Hardware

Fungsi komponen hardware yakni :

1. Chipset

Chipset adalah kumpulan microchip yang terdapat pada motherboard yang dirancang untuk bekerja sama untuk melakukan fungsi tertentu. Fungsi umum chipset adalah mengatur aliran data antar komponen yang terpasang pada motherboard.

Chipset terbagi menjadi 2 yaitu; Chipset North Bridge dan South Bridge

1.Chipset North Bridge berfungsi untuk:

  • mengatur kecepatan jenis processor,
  • mengatur kecepatan memory,
  • mengatur support AGP dan Bandwidth pada bus data

2.Chipset Shuot Bridge berfungsi untuk:

  • mengatur kecepatan transfer data pada Harddisk
  • mengatur support pheriferal interface USB
  • mengatur support terhadap On Board seperti:Sound Card,Modem,dan perangkat keras monitoring (VGA Card).

2. Socket

Fungsi dari socket diantaranya:

  • Memudahkan mengganti processor sesuai jenis socket
  • Mengunci processor agar tidak mudah goyang
  • Menghubungkan antara PCB (motherboard) dengan Processor

3. Speed

Speed berfungsi untuk mengukur kecepatan koneksi atau transfer.

4. Slot

Slot berguna sebagai tempat untuk meletakkan atau memasang peralatan tambahan bagi komputer Anda. Slot menurut kebutuhan dan kemampuannya telah dibeda-bedakan, disesuaikan dengan kebutuhan dari sistem itu sendiri.

Berikut ini adalah macam-macam slot yang dikenal dalam sistem komputer :

  • ISA (Industry Standard Architecture)

Slot ini adalah yang paling umum tersedia pada motherboard, karena ISA adalah slot orisinil dari sebuah motherboard. Slot ini mulai dipergunakan mulai dari jamannya 286 sampai saat ini.

  • EISA (Enhanced Industry Standard Architecture)

EISA lebih banyak digunakan dalam sistem server. Karena slot ini memang sengaja diperuntukkan untuk meng-handle pekerjaan yang lebih berat dari ISA. Slot ini cukup tepat untuk digunakan dalam meningkatkan kecepatan kerja komputer

  • MCA (Micro Channel Architecture)

Slot ini pertama kali diperkenalkan oleh IBM. Seperti EISA, MCA memiliki 32-bit dan mampu melakukan bus matering juga. Namun, MCA memiliki keterbatasan. Jika pada EISA dapat memasang card ISA, pada MCA card ISA tidak dapat dipasangka di dalamnya. Meskipun demikian, MCA dapat otomatis mengenali jenis card yang dipasang ke dalamnya dan langsung melakukan konfigurasi dasar. MCA juga lebih kuat menghadapi gangguan listrik dan mengurangi error yang kadang terjadi pada slot lain

  • VESA (Video Electronics Standard Association)

Slot ini berfungsi untuk keperluan grafis yang embutuhkan kecepatan tinggi, seperti video card.

  • PCI (Peripheral Component Interconnect)

Kecepatan yang dimiliki PCI hamper sama dengan VESA, namun spesifikasi lainnya berbeda. Pada PCI, Anda tidak akan direpotkan dengan masalah konfigurasi. Sebab PCI dapat melakukan konfigurasi otomatis.

  • PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association)

Yang sangat mencolok dari slot ini adalah bentuk card yang akan masuk ke dalamnya, yaitu hanya sebesar kartu kredit. Biasanya slot ini hanya terdapat pada perangkat yang memiliki mobilitas tinggi, seperti notebook. PCMCIA tersedia dalam berbagai tipe menurut ketebalannya. Tipe 1 memiliki ketebalan sebesar 3,3 mm dan biasanya berfungsi sebagai RAM atau flash memory. Tipe 2 memiliki ketebalan 5 mm dan biasanya berfungsi sebagai modem atau adapter. Tipe 3 adalah tipe yang paling tebal (10,5 mm). Biasanya berfungsi sebagai alat tambahan seperti harddisk.

5. South Bridge

Chipset Shuot Bridge berfungsi untuk:

  • mengatur kecepatan transfer data pada Harddisk
  • mengatur support pheriferal interface USB
  • mengatur support terhadap On Board seperti:Sound Card,Modem,dan perangkat keras monitoring (VGA Card)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s